Kamis, 20 Desember 2012

Review Book "MENIKAH UNTUK BAHAGIA"

Menikah untuk bahagia adalah salah satu dari sedikit buku yang bisa mengubah cara pandang saya terhadap kehidupan..
Serius!
Meski saya termasuk kutu buku (kata orang), nggak semua buku merasuk dan bisa membuat saya teriak teriak..salto..lari..garuk tembok (halah lebay).
MARRIAGE BOOK



Buku Menikah untuk Bahagia direkomendasikan oleh suami saya wkt itu, makasih ya #Aa (waktu blm pny Nara msh manggil Aa haha).

Menikah untuk bahagia juga akan masuk list kado buku buat sahabat-sahabat saya. Hayo..siapa yang mau,,,hands up!!

Emang segimana kecenya sih?

Kebanyakan buku pernikahan nyeritain kisah-kisah yang mengharu biru. Kalau menikah untuk bahagia, fokusnya ke sisi psikologi. Didukung teori serta contoh action yang memang sudah dibuktikan oleh penulis.

Buat yang sedang menjalani pernihakan, kalian bakal ketampar. Yakin pernikahan kalian bahagia? Yakin kamu sudah jadi pasangan yang tepat? Yakin kamu sudah merebut hatinya setiap hari? Yakin,,,anak kalian baik-baik saja secara psikologis? 

Problem pernikahan baru kerasa kalau sudah di stadium 3. Pernikahan bukan cuma status, tapi juga hubungan. Peran kita sebagai pasangan itu nggak cuma jadi istri atau suami dan ibu atau ayah, tapi juga partner, sahabat, dan KEKASIH.  Enak kan, kalau orang terdekat kita..yang bisa dicurhati apa aja..yang bisa disharein apa aja..adalah pasangan kita? Sahabat sekaligus kekasih halal. Subhanallah 33x. Komunikasi. Pembaca akan dibimbing menciptakan pola komunikasi yang benar dengan pasangan. Ingat ya, komunikasi itu nggak cuma bicara.

Kata penulis nih, baca buku ini harusnya dikit-dikit sambil action. Dan bener banget 3 taun baca buku ini sbagai pedoman rasanya g pernah cukup baca 1x saya ulang2 trus sambil action hihi.
Rate buat buku ini pokonya
9 dari 10 :)

Salah satu bagian yang saya suka adalah 'stop the victim mentality'. Seringnya mental kita disett sebagai korban. Terpuruk, down, yaaa gitu. Padahal, apapun masalahnya kita turut andil dalam kerusakan sebuah sistem (kecuali jika pasanganmu emang ngga normal; ini kata penulis).

Seringnya kita mencintai seseorang dengan cara kita. Padahal bahasa kasih tiap orang berbeda. Di buku ini dipaparkan terntang 5 bahasa kasih.

Ada kan, orang yang dikasih hadiah mukanya datar aja. Tapi ada yang cuma dibantuin jalan di tempat licin aja udah sampai susah tidur karena kebanjiran hormon cinta hahahahhaha (curhat lagi).

Nggak harus nunggu ada masalah untuk membaca buku ini. Baca sama pasangan  biar sama-sama tahu. Untuk menjalani pernikahan perlu skill&knowledge, mindset, komitmen, dan berserah. Anak-anak kita nanti adalah hasil programming dari kita.




Quote

Tuhan menguji doa hambaNya. Seakan Tuhan berkata, "kamu serius dengan doamu? Jika serius, coba...Aku akan mengujimu lagi, ya."

Rabu, 31 Oktober 2012

The new "I DO'

07102012

You never know the biggest day of your life is the biggest day. Not until it's happening. You don't recognize the biggest day of your life, not until you're right in the middle of it...

The day you commit to something and someone. 
The day you get your heart broken. 
The day you meet your soul mate. 
The day you realize there's not enough time, because you wanna live forever. Those are the biggest days. The perfect days...

Ijab Qabul

Officially we are partner of life
In my early twenties, I dreamed about all I would do with my life and who I would do it with. I married my now husband at 22 and got to check that off my list. 
In my late twenties, I discovered that marriage was not the answer to my problems or the key to life fulfillment (darn).

Oh, how I know the struggle of waiting. But, God is teaching us a lesson that can only be learned in the home stretch – when your dream is so close to “popping out” that you can taste it, and that is unconditional trust in Him. So ladies, keep your chin up, kick your sore feet up in the air, and “taste and see” that the Lord’s timing is good.

Let’s not allow our hope for tomorrow steal our joy today. Keep preparing, but stop striving. Get ready, but stop stressing. Our defining moment will come and when it does we will sure be glad that we not only waited for God’s best, but that we had a bit of fun and peace while we waited!