Senin, 29 Februari 2016

SEMINAR NASIONAL Membentuk Karakter Anak di Era Digital

Bersama:
Prof. Dr. Arif Rahman, M.Pd (Pakar dan Praktisi Pendidikan)
"Menjadi Orang Tua dan Guru Inspiratif dalam Membentuk Karakter Anak di Era Digital"


Kata orang, punya anak jaman sekarang lebih susah. Di era globalisasi ini anak dituntut mampu berkompetisi di level internasional. Tak heran banyak orangtua yang gelisah, bagaimana nasib buah hati kelak?
Tiap orangtua pasti menginginkan pendidikan terbaik untuk buah hatinya. Ini adalah fitrah dari Allah yang telah menanamkan rasa cinta dan kasih sayang orangtua terhadap anaknya. Sayangnya, seiring perkembangan jaman yang makin ‘maju’ fitrah tersebut tergerus pelan-pelan. Rasa sayang itu kerap menjelma jadi target-target materialistis.
Para orangtua berlomba memasukkan anak ke sekolah berstandar internasional. Alasannya, lebih bergengsi. Bahkan, sejak usia 2 tahun anak sudah diikutkan berbagai kursus dengan target tertentu. Kursus membaca, menulis, melukis, bahasa Inggris, dan lain-lain Apa yang salah dengan semua itu? 

Kesiapan menjadi orangtua berkaitan erat dengan kualitas anak kelak. “Anak bukanlah milik kita, tapi amanah yang dititip Allah melalui rahim kita,” Karena itu orangtua bertanggung jawab mendidiknya.
Banyak orangtua tak pede mendidik karena merasa tak punya bekal ilmu tentang dunia pendidikan. Padahal, Allah telah memberikan bekal pada tiap laki-laki dan perempuan. “Bersama rahim Allah tanamkan sifat-sifat keibuan dan bersama zakar Allah tiupkan sifat-sifat keayahan,” Dengan bekal itu hakikatnya tiap orangtua mampu mendidik anaknya.
“Secara naluriah ibu dan ayah diberi kekuatan yang sifatnya fitrah untuk mengurus anak. Apalagi kalau ditambah pengetahuan. Umpamanya seorang ibu yang tahu membaca, itu akan menolong dia memiliki pengetahuan luas maka dia mendorong anak membaca,” Guru Besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Prof Dr Arief Rachman MPd

Berikut materi yang disampaikan beliau dalam SEMINAR NASIONAL kemarin.