Rabu, 02 Desember 2015

The secret of ENLIGHTENING PARENTING

Anakku, tamu istimewa dari Tuhanku..

Saya pribadi merasa kutipan di atas adalah kutipan yang sangat mengena. Kadang kala, sebagai orangtua, saya tenggelam memikirkan permasalahan yang berkaitan dengan anak-anak, tetapi setelah dipikir-pikir, ya ternyata saya lebih lama memikirkannya daripada berusahanya. Ya, langsung belajar dan berjanji untuk lebih menyempurnakan ikhtiar saya.

Prinsip pengasuhan anak yaitu menjaga potensi baik, kasih sayang, sabar, serta konsisten dan kongruen. Prinsip-prinsip ini dijelaskan secara sederhana namun terasa sangat dalam dan menyentuh hati, membuat kita diingatkan kembali akan hal-hal yang mungkin sebenarnya sudah kita ketahui namun kita lupa atau kurang tepat menjalankannya. Lihat saja kutipan di bawah ini, membuat kita berkaca, bukan?
 Maka ingatlah bahwa "setiap perkataan adalah doa dan perilaku akan menguatkannya". BJanganlah kita hanya berdoa di awal hari memohon kesabaran, meminta pada Allah agar anak kita menjadi anak yang baik dan menyejukan namun sepanjang siang kita mengeluh, baik terucap mau pun dalam hati, “Duh…ini anak susah banget, sih” atau “Kamu ngeyel banget sih nak,” dan seterusnya.
Mana yang kita pilih, menunggu datangnya si sabar baru kemudian tidak marah-marah, atau membiasakan berbicara dengan lembut dan perlahan agar doa kita untuk menjadi sabar dipantaskan oleh-Nya untuk dikabulkan? Pantaskah doa diminta jika kita justru meyakini yang sebaliknya dengan berpikir “Aku ini pemarah” atau “Susah banget sih, mau jadi orang sabar” ?.


Mendidik Anak adalah Mendidik diri..

Jika orang tua mempunyai konsep yang benar pada awalnya, maka anak-anak akan menerimanya. Dengan demikian, cara terbaik untuk mengajar dan mengasihi anak kita adalah dengan mendidik diri kita terlebih dahulu sebelum mendidik mereka.
Saya merasa sangat setuju dengan pesan tersebut. Sebenarnya, orang tua seharusnya belajar meningkatkan kebijaksanaan dan kasih sayang, serta selalu menjaga suasana hati agar tetap stabil sebelum mereka bisa menciptakan suasana yang harmonis dalam membimbing anak-anaknya dengan moralitas dan mengingatkan mereka tentang latihan spiritual. Dengan kata lain, untuk mendidik anak-anak, orang tua harus berlatih spiritual terlebih dahulu supaya mereka mempunyai konsep serta kebijaksanaan yang benar. Dengan demikian, anak-anak akan terpengaruh secara alami terhadap hal-hal yang benar dan mengikuti contoh orang tua. 



Ayah Hebat, Anak Hebat..
"Jika ayah memahami bahwa anaknya adalah masa depan umat, maka tidak ada ayah yang mengabaikan anaknya demi bisnisnya.” 

Anak-anak adalah hal yang paling mahal. Anak adalah mustaqbala ummah-masa depan ummat-. Di tangan merekalah peradaban Islam kelak. Jika hari ini kita masih kesulitan memilih pemimpin karena keterbatasan individu, maka para ayah harus mulai memikirkan bagaimana mencetak generasi pemimpin masa depan. Jangan sampai ayah terlalu sibuk di luar. Mencari nafkah memang  tugas ayah, tapi itu bukan merupakan tugas satu-satunya.
“Nabi adalah sosok yang paling sibuk, tapi masih sempat meluangkan waktu mengusap kepala setiap anak yang ditemuinya. Bahkan Nabi menyempatkan diri mendidik dan bermain dengan cucu-cucunya. Apakah kesibukan kita mengalahkan nabi sehingga tak sempat peduli dan memperhatikan anak-anak?”

Jumat, 31 Juli 2015

My ASI journey: menyusui itu CINTA, kalau cinta, MENYUSUILAH!

Menyusui itu lebih dari sekedar asi, menyusui itu cinta. 

Kalimat itu pertama kali saya dengar dari dr. Utami Roesli . Dulu, saya kira memang menyusui itu hanya soal cara pemberian makan pada bayi. Tapi setelah hampir 2 tahun ini menyusui anak saya, Nara, rasanya saya harus sepakat dengan apa yang disampaikan dokter Utami.
Menyusui memang membutuhkan komitmen tinggi, jika tanpa cinta maka buyar sudah komitmen itu. Saya kira dulu menyusui adalah sesuatu hal yang pasti menjadi pilihan bagi semua ibu. Tapi ternyata tidak. Kuatnya terpaan iklan-iklan susu bisa jadi menggeser pilihan itu. Belum lagi menghadapi 1001 permasalahan menyusui yang bisa membuat seorang ibu depresi , mengoyahkan iman dan bahkan mengancam komitmen di awal.

Dan Alhamdulillah.. alhamdulillah komitmen saya tercapai..

Dinara sudah jadi profesor ASI sekarang, sudah lulus S3 ASI, horeeee!
Masih ngerasa ga percaya dan juga ngerasa bangga bisa nyusuin Nara selama dua tahun. Yang tadinya beranggapan "Ah ga perlu ASI. kalo emang ASI ga keluar kan bisa kasih sufor" eh setelah Nara lahir langsung beranggapan "Ngapain ngasih sufor? Udah dapet yang gratis dari Allah dan yang pasti sehat jadi harus banget nyusuin Nara sampai  umur dua tahun". 

Emang ga MUDAH..
Dua tahun menyusui yang penuh perjuangan. 
Perjuangan untuk bisa ngasih Nara ASI, perjuangan bikin ASI banyak, perjuangan menahan rasa sakit di payudara karena bengkak dan digigit, dan perjuangan untuk bisa menyusui sampai dua tahun. Tapi hal yang paling diinget saat nyusuin Nara tuh ada tiga, yang pertama saat lagi nangis minta nenen, kadang suka dilama-lamain kasih nenennya yang akhirnya  jadi nangis hihihi. Yang kedua senyum bahagianya saat liat nenen dan dikasih nenen. Yang ketiga saat Nara bilang "Enaaaak.. enis", enak dan manis nenenya. Aaah saya bakal merindukan hal itu..

Dan dengan demikian kamu mendapat Sertifikat ASI S3+ dari AIMI Nak, yeayyyy… 
Sekarang kamu lebih terlihat santai dan mandiri.
Saat kamu bilang “Mbu, mau susu..”
Saya menjawab dengan “mau minum susu Ambu aja gak?” sambil melirik mu penuh goda…
Ternyata dengan tegas kamu bilang “gak ah.. buat dede..”
wuihhhh… kerennnn… jadi makin “kagum” sama anak sendiri hahaha, *two tumbs*

Maka dengan ini, breastfeeding path mu akan berakhir disini.. tok..tok..tok.. *ketok palu* hehehe..


Terakhir ini tips untuk yang mau berkomitmen seperti saya hehe
Positive Thinking itu aja..
ASI adalah positive thinking, makan bergizi, dan istirahat cukup! Inilah pesan favorit saya. Banyak ibu yang gagal ASIX (ASI eksklusif) karena udah ragu-ragu dan negative thinking kalo ASInya ga akan cukup buat baby ato ASInya sedikit. Kalo kita yakin ASI cukup, maka pabrik ASI akan meningkatkan produksinya sesuai kebutuhan bayi.
Semoga membantu ya moms^^